Bantahan Warga Cengkareng Atas Klaim Anies Atasi Banjir

Harian Berita – Klaim Gubernur Anies Baswedan yang menyatakan banjir Jakarta surut dalam waktu cepat karena kerja senyap dan tuntas Pemprov DKI dibantah oleh sejumlah warga di Cengkareng, Jakarta Barat.

Hasan yang merupakan salah seorang warga di RW 09, Kecamatan Cengkareng Barat mengatakan, di wilayah permukimannya banjir tidak pernah benar-benar surut.

Ia mengungkapkan, jika banjir terus menggenangi rumahnya semenjak hujan deras pada Selasa (18/1) siang. Walaupun demikian, dia mengatakan, bahwa ketinggian banjir saat ini memang sudah menyusut dibanding kondisi awal.

Namun, klaim Anies bahwa banjir sudah surut dalam waktu cepat, menurutnya tidak terbukti di Cengkareng Barat.

“Belum pernah surut dari kemarin ini. Kalau menurun memang iya, sekarang cuma sebetis. Kemarin pas lagi tinggi bisa sampai sepinggang,” terangnya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (19/1).

Kondisi banjir parah

Kondisi banjir lebih parah dialami oleh warga yang berada di RW 2 Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat. Di mana ketua RW 02, Krisdiantoro mengatakan, ada 11 RT di wilayahnya yang terendam banjir.

Dia menjelaskan, ketinggian banjir di wilayahnya cukup bervariasi, dari 60 sampai 120 cm. Dan banjir tertinggi menimpa kawasan RT 01 yang mencapai 120 cm.

“Yang lain itu mayoritas 80-60 cm (ketinggian banjir). Kurang lebih kalau terdampak secara langsung sih kira-kira ada 5.000 jiwa warga,” jelasnya.

Ia menceritakan, air mulai naik di wilayah sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Di mana dia menilai, kondisi tersebut disebabkan oleh luapan air dari Kali Semonggol.

Hingga sekarang, ia mengatakan air yang merendam wilayah masih tinggi. Setidaknya ada total 24 keluarga yang memutuskan  mengungsi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tegal Alur akibat peristiwa ini.

“Kiriman dari Semonggol dan sifatnya air ini hanya berputar dan nunggu aliran sampai ke laut itu agak kering dari laut sana,” ujarnya.

Banjir masih menggenang

Dikutip dari CNNIndonesia.com, hingga kini banjir masih menggenang di kedua titik tersebut, Rabu (19/1), pukul 18.00 WIB. Bukan hanya itu, banjir juga merendam ruas jalan utama, di Kamal Raya.

Akibat banjir yang itu, terjadi kemacetan parah kurang lebih sepanjang 2 kilometer dari arah Jalan Lingkar Luar Barat hingga Tegal Alur. Terlihat pula sejumlah kendaraan bermotor yang mogok karena nekat menerobos banjir.

Sebelumnya, Anies Baswedan diketahui mengklaim banjir yang terjadi di Ibu Kota surut dalam waktu cepat, sebab kerja senyap dan tuntas jajaran Pemprov DKI.

“Semua dikerahkan untuk memompa dari kawasan tergenang dan dialirkan ke saluran/kanal/sungai. Surut cepat karena semua sumber daya dikerahkan. Itulah kerja jajaran DKI: senyap dan tuntas,” ujarnya Anies dalam akun Instagram pribadinya, Rabu.

Sementara itu, berdasar data dari BPBD DKI Jakarta, sampai Rabu (19/1) pukul 15.00 WIB, masih ada 102 RT di Jakarta yang tergenang banjir. Jumlah tersebut justru konstan bertambah dari titik banjir yang telah  dicatat BPBD sejak pukul 06.00 WIB.